Minggu, 26 Mei 2013

“Mahasiswa Unpad bertemu dengan Perdana Menteri Australia, Julia Gillard”





Foto 1  : Yudhistira Pratama S (Fapet Unpad), Dety Inayatun (Fapet IPB) dan Yogi Sidik (Fapet UGM) saat bertemu dengan Duta Besar Indonesia untuk Australia Bapak Najib Ribhat Kusoema di Gedung Parlemen Australia (Canberra).


Foto 2 : Saat berbincang dengan Perdana Menteri Australia, mereka juga didampingi oleh Alward Foster yg merupakan  Mentor dari pihak NTCA untuk program ini.

Hari yang takkan terlupakan oleh Mahasiswa ini, Yudhistira Pratama S merupakan salah satu mahasiswa Fakultas Peternakan UNPAD yang mengikuti Program Study Apprentice 2013 di Northern Territory, Australia. Program ini awalnya merupakan rintisan dari Unit Kegiatan Mahasiswa di Fakultas Peternakan UNPAD yaitu Cattle and Bufflo Club (CBC). Tahun sebelumnya telah berjalan sukses, sehingga di Tahun 2013 peserta yang diikutsertakannya diperbanyak, kalau tahun sebelumya hanya 8 orang peserta, tahun ini sampai 15 orang peserta dari berbagai Fakultas Peternakan di Indonesia. Tidak disangka program ini mengalihkan perhatian Perdana Menteri Australia, Julia Gillard saat pertemuannya dengan Eksekutif Direktur Northern Territoy Cattleman’s Assosiation Luke Bowen di Darwin. PM Australia sangat ingin bertemu dengan Mahasiswa yang mengikuti program ini. Sampai akhirnya dipilih 3 orang perwakilan untuk menuju Gedung Parlemen Australia di Canberra. Mereka didampingi langsung dari pihak NTCA beserta mentor program, Alward Foster.
Saat perbincangannya dengan Julia Gillard, mahasiswa tersebut menyampaikan program ini sangat bagus untuk menjalin hubungan yang lebih baik lagi antara Indonesia dan Australia terutama dalam hal Animal Welfare. Selain itu juga dapat saling berbagi pengetahuan di Industri Sapi Potong dan saling memahami budaya dari kedua Negara tersebut. Beliau juga menyampaikan secara langsung dukungannya atas program ini.

Berita tentang Kita (2)


Visit builds bridges

Source : http://www.stockjournal.com.au/news/agriculture/general/news/visit-builds-bridges/2657953.aspx

Description: Print
Description: Increase Text Size
20 May, 2013 03:30 AM
COLIN BETTLES

Deti Inayatun, Yogi Sidik and Yudhistira Pratama, and the program’s student mentor Alward Foster, met with Prime Minister Julia Gillard during the pastoral exchange program.

THREE Indonesian students from the Northern Territory Cattlemen’s Association’s (NTCA) Indonesia and Australia pastoral exchange program will never forget their short time in Canberra.
The exchange students met with Prime Minister Julia Gillard, federal Trade Minister Craig Emerson, Agriculture Minister Joe Ludwig and Regional Services Minister Catherine King during a tour of Parliament House last Thursday.
And for good measure, they also met the Indonesian Ambassador to Australia, Nadjib Riphat Kesoema, who also attended the friendly meeting.
Speaking to Fairfax Agricultural Media, one of the students - Deti Inayatun from Bogor Agricultural University - said it was “very humbling” to meet Ms Gillard and the other senior government officials.
Those same feelings were echoed by the two other exchange students, Yogi Sidik and Yudhistira Pratama, and the program’s student mentor Alward Foster.
Mr Foster is an Indigenous stockman, trainer and mentor who has been involved in the NTCA international program for two years.
They all said Ms Gillard expressed genuine interest and support for what they’re trying to achieve through the industry exchange program.
They also said the Prime Minister and she was constantly smiling.
“She was very, very happy to meet with us and very humble,” Mr Foster said.
During the meeting the students and NTCA representatives spoke about how the program - involving 16 Indonesian students in total - helps build cattle-handling skill and expertise and promotes strong industry and cultural links between the two nations.
They arrived in Australia recently and have already completed a basic training course at the Katherine campus of Charles Darwin University which offers diplomas in livestock handling and animal husbandry, relevant to pastoral management.
Next week the students will start a six week stint at individual cattle stations in the Northern Territory where they’ll apply practical aspects of their training program.
Description: light grey arrowNTCA Executive Director Luke Bowen said the exchange program also focussed on animal welfare training which would then be shared amongst other animal husbandry students in Indonesia, helping to build overall skill and capacity with Australia’s near neighbour.
Mr Bowen said the program also aims to expand the knowledge and awareness of the Indonesian students in the northern Australian pastoral industry.
He said it would establish and expand relationships for mutual Australian and Indonesian industry growth and benefit, building on the already strong and long-standing pastoral industry relationships between northern Australia and Indonesia.
On the same day the students visited Canberra, the Animals Australia activist organisation and Tasmanian Independent MP Andrew Wilkie held a media conference to repeat their calls for a ban on the live export trade, including ending Australia’s cattle trade to Indonesia.
But the NTCA said the exchange program showed a “proactive and forward focused approach to addressing animal welfare issues through the sharing of industry knowledge and information, and building long-term relationships”.

Berita tentang Kita

Indonesian students get taste of Aussie pastoral industry

Source : http://www.farmingahead.com.au/articles/1/8258/2013-05-03/news/indonesian-students-get-taste-of-aussie-pastoral-industry

WHILE international relations with Indonesia may have been strained since the ban on live exports, its students have travelled Down Under to gain first-hand knowledge of the northern Australian pastoral industry.

After months of preparation, 16 Indonesian Animal Husbandry students arrived in Darwin to participate in the Northern Territory Cattlemen's Association (NTCA) Indonesia Australia Pastoral Industry Student Program.
According to NCTA, a pilot program last year was an outstanding success, prompting the NTCA to expand the program from eight to 16 students, selected from five universities across Indonesia.
NTCA's executive director Luke Bowen said the program was designed to establish and expand relationships for mutual Australian and Indonesian industry growth and benefit.
The students will spend two weeks in Katherine undertaking intensive pastoral industry training, before heading out to six weeks' work experience at cattle stations across the Northern Territory.
"It is an exciting program that will benefit the students, the pastoral industry and the Territory," Bowen said.
The program has attracted national attention, including that of the Prime Minister, who was provided a briefing on the program while meeting the NTCA last week.
Prime Minister Julia Gillard also provided federal government support through the Department of Regional Australia and Office of Northern Australia to assist the program.
The federal assistance complements the investment also being made by the the Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR), Meat and Livestock Australia and the Northern Territory government.

Senin, 31 Desember 2012

Harapan untuk Peternakan Sapi Indonesia

Foto Sapi Bali di BBPPT Sobangan Bali

Indonesia, negara kepulauan terluas didunia ini memiliki potensi yang sangat besar di bidang peternakan. Mulai dari peternakan Sapi Potong, Sapi Perah, Unggas, Domba dll. Namun, hal ini kurang didukung dengan keseriusan pemerintah maupun pelaku usahanya. Kebijakan-kebijakan banyak yang masih perlu diperbaiki,salahsatunya swasembada daging sapi 2014 yang diniliai masih sangat rancu untuk direalisasikan. Belum adanya lahan yang dimanfaatkan untuk pembibitan atau breeding sapi lokal yang luas sebagai salahsatu cara agar kita mempunyai sumber Breeder Sapi Lokal. Memang di beberapa tempat seperti di Bali contohnya yang sudah mengembangkan Sapi Lokalnya, yaitu Sapi Bali. Namun, masih tetap saja banyak kendala yang dialaminya. Perlu adanya keseriusan dari pihak pengelola maupun pemerintah dalam management pembibitan Sapi Lokal.
Jadi,menurut saya, terlebih dahulu diperbanyak tempat-tempat pembibitan sapi lokal sebagi icon negara kita, supaya kita tidak terlalu bergantung pada sapi impor.
Salam Peternakan Indonesia ! Maju terus peternakan kita !

Fotografi

Fotografi adalah hobi saya. Dulu, I don't have camera for taking pictures. I was borrowed it to my friends. Although that condition, saya tetap menyukai hobi itu. Sampai suatu saat, saya memaksakan membeli kamera yang manual.

RM Williams

Wow !
Do you know about this picture?Yeah, if you don't know it's the famous trademark in the world, especially in Australia. The name is RM Williams (RMW).

Sabtu, 29 September 2012

JUAL SAPI QURBAN

JUAL : Sapi Lokal untuk Qurban.
+Surat Keterangan Kesehatan Hewan dari DINAS
+Pemeliharaan secara intensif
+Harga per bobot badan, BUKAN taksir
+GRATIS ongkos kirim (Bandung dan sekitarnya)
"Aman, Sehat, Utuh dan Halal"
Minat?




Sabtu, 21 Juli 2012

Sunset "Bodas" Indramayu


Indahnya Desa Bodas di Kabupaten Indramayu, menjadi salah satu pemandangan yang indah ketika sekelompok orang yang tergabung dalam UKM Cattle Buffalo Club Fakultas Peternakan ini mengadakan acara Bakti ke Peternakan Rakyat disana.

Rabu, 04 April 2012

CBC Goes to International


Unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang dibawah naungan BEM KEMA FAPET UNPAD ini memang terkenal aktif dengan berbagai event yang telah banyak dilakukannya.  Dari berbagai event tersebut,Cattle Buffalo Club atau yang disingkat CBC ini banyak sekali keuntungan non materil yang didapat oleh setiap anggotanya, termasuk saya. Yang pasti pengalaman dalam mengelola sebuah event adalah salah satunya. Dan, yang tak kalah penting adalah link atau jaringan yang didapat, terutama buat CBC itu sendiri.  Nah, sampai akhirnya kita dari Cattle Buffalo Club ini ada link buat lawatan ke UPM (Universitas Putra Malaysia) awal januari lalu. Diutus 5 orang dari pengurus CBC untuk melawat kesana bersama bapak PD3 dan salah seorang dosen FAPET juga. Lawatan tersebut selama seminggu mereka di Malaysia, pulang ke kandang dengan membawa banyak pengalaman dan tentunya berita yang bahagia.  Tak sia-sia pastinya lawatan selama seminggu tersebut, ada hal yang perlu digaris bawahi, bahwa kita bisa kapan pun melakukan lawatan kembali kesana. Ada respon positif dari pihak UPM itu, terutama apabila ingin lawatan lagi kesana, itu pasti bisa. Dan tak lain, ada dosen dari FAPET juga yang turut membantu dalam mengurus lawatan ke UPM tersebut, yaitu Bu Hasni yang pernah kuliah di Malaysia sehingga masih banyak kenalan disana.
Tidak hanya Negara Malaysia saja, CBC tak henti-hentinya terus melebarkan sayapnya di kancah internasional. Selanjutnya CBC juga mempunyai program yang paling dekat, yaitu pada bulan April 2012 ini, beberapa anggota dari CBC FAPET UNPAD dan 3 orang dari UNIBRAW akan melaksanakan magang di AUSTRALIA. Amazing !

Berawal dari keinginan besar para pendahulu CBC yang bercita-cita magang di Ausie, mereka mencoba membuat Proposal untuk pengajuan magang di Ausie. Namun, sekian lama tidak ada respons. Sampai akhirnya, NCTA ( Northern Territory Cattlemen's Association ) menyetujui dengan adanya program magang disana.
            
Berita tentang ini : http://www.abc.net.au/rural/news/content/201204/s3469102.htm




Selasa, 20 Maret 2012

Tulislah Mimpi Anda !

Foto : Puncak Gunung Cikuray

"Mindset is doa", jujur saja saya sensi dengan kata-kata ini, ngeri pisan pokokna mah. Tau kenapa?yang ikut MLM pasti tau. Hahaha itu lah M*I. Tapi, perlu diingat, kata-kata itu ada benernya juga. Saya jadi teringat ketika pertama kali masuk Fakultas Peternakan UNPAD ini, waktu itu ada yang namanya Training Motivasi, ya..biasalah, biar si Mahasiswa Baru nya pada betah di lingkungan barunya. 
Waktu itu, si Trainer nya bilang, tuliskan minimal 100 mimpi Anda ! Ya ! Kata-kata yang juga sering digunakan para Trainer Motivasi. Saya tulis mimpi-mimpi saya pada waktu itu. Dan.........GREAT !!! Alhamdulilah, beberapa yang saya tuliskan menjadi kenyataan ! Saya jadi yakin, apa yang kita inginkan dan kita selalu berusaha untuk mendapatkannya, maka InsyaAlloh kelak akan terjadi. Kita harus yakin bahwa Alloh lah yang Maha Penyayang bagi setiap hamba-Nya. 

Dengan menuliskan mimpi kita diatas kertas, maka kita akan selalu termotivasi untuk mendapatkannya dan kita akan selalu berusaha tanpa mengabaikan doa kita kepada Alloh Subhanahu Wata'ala.

Semoga kita semua dapat mencapai apa yang kita inginkan, amin Ya Rabbal Alamin..

Maka, Tulislah :)

Rabu, 14 Maret 2012

Memotret dengan "kamera pocket"

"Melukis cahaya"

Pake kamera apapun, memotret bisa jadi hal yang mengasyikan sob ! Ga perlu pake kamera yang punya spec yang bagus, cukup dengan kamera hape atau pun kamera saku (kamera pocket, red). Bahkan, perlu kita ketahui, waktu kang Dudi Sugandi mengisi penjurian di Auto Focus 2011, beliau menceritakan pengalamannya di bidang lomba Fotografi yang sering beliau ikuti dari mulai tingkat nasional, hingga internasional. Sering sekali beliau menang di lomba-lomba foto hanya menggunakan kamera saku saja ! Jadi, apa trik nya? kembali lagi ke posting sebelumnya, yaitu : MOMENT. 

So, jangan takut untuk terus mencoba dan melatih diri dalam "melukis cahaya". Karena, pada dasarnya setiap orang itu bisa memotret.

"Look Around"

"Look Around"

Dalam memotret, kita biasanya enggan untuk melihat hasil foto kita karena dengan berbagai alasan, diantarnya ga pede liat hasil foto kita. Padahal, sebenernya, itu yang harus dilakukan oleh seorang fotografer. Sejelek apapun foto yang kita ambil, minimal foto tersebut punya satu orang "fans" nya, yaitu Anda Sendiri. Kalau saja kita sendiri sebagai pemotretnya, dan kita tidak menyukainya, apa lagi orang lain? Maka dari itu, merupakan salah satu aspek penting bagi seorang fotografer, Look Around. 

Selasa, 13 Maret 2012

Belajar dari sebuah lomba

Senyuman Penjual Bunga


Foto ini juga diambil saat hunting untuk lomba foto Auto Focus 2011. Lomba yang sangat berkesan dan penuh dengan makna dalam pemahaman saya tentang dunia fotografi dan jurnalistik. Kang Dudi Sugandi sebagai salah satu juri di lomba tersebut menuturkan bahwa yang paling penting adalah moment. Foto yang sebagus apapun content warnanya, atau apapun itu, semuanya berawal dari pengambilan moment yang bagus. Saya mesti banyak belajar untuk mengabadikan setiap moment yang bagus. Dan memang, fell nya itu dapet klo kita udah tau dan terbiasa.

Hunting Foto di Lomba Auto Focus 2011

Foto seorang pengemis yang menanti uluran tangan Hamba Alloh.


Foto ini diambil saat Hunting di daerah Dago, Bandung. Waktu itu saya ikut lomba foto dari BEM FE UNPAD, nama acaranya AUTO FOCUS. Walaupun ga juara sama sekali, tapi banyak banget pengalamannya. Apalagi juri-jurinya yang memeng berkompeten di bidangnya. Salah satunya ada Kang Dudi Sugandi. Beliau seorang wartawan senior Kompas. Beliau mengomentari foto saya ini. Intinya, foto untuk lomba diusahakan harus bernilai positif, yang menyuarakan semangat. Dan juga, beliau memberikan beberapa trik agar baik dalam memotret.

Senin, 20 Februari 2012

Tentang Pinguin Store

Muncul sebuah ide untuk mendirikan perusahaan jasa di bidang penjualan barang dan makanan, walaupun sebenernya sih bukan perusahaan, tp usaha kecil-kecilan. Yah..akhirnya lahirlah nama Pinguin Store. Awalnya dari nama kosan ana (aku,red) Pondok Pinguin. Kata orang sih namanya unyu-unyu, makanya ana pake nama itu. Hehehe
Ana sekarang masih duduk di bangku kuliahan, di Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. lho?kuliah di peternakan ko malah jualan?alasanya nanti dijelasin di postingan selanjutnya..
Penasaran tentang dunia usaha?atau ingin berwirausaha?buka aja blognya http://pinguinstore.blogspot.com/ !

Selasa, 07 Februari 2012

Alun-Alun Tasikmalaya

WOLES



Mahasiswa itu harus produktif

Sebagai Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, saya sangat tertarik untuk menggeluti bidang wirausaha. Yang awalnya  memang di fakultas saya ini diantaranya diajarkan untuk menjadi pengusaha. Kita belajar ilmu ekonomi, manajemen dan juga pemasaran. Sangat menarik memang. Itulah salah satu alasan yang mendasari saya tetap bertahan di FAPET ini. Saya sangat senang mempelajari semua tentang wirausaha. 
Ada suatu pertanyaan, kenapa kita harus produktif?Selama ini, saya sangat konsumtif dan saya pikir itu menjadi sesuatu yang buruk bagi diri saya. Namun, saya berfikir, kenapa saya tidak ubah saja gaya hidup saya yang tadinya konsumtif menjadi produktif? Disini lah awal saya mulai ingin berwirausaha yang pada saat itu menjadi tahun pertama di FAPET. Dan Macaroni Tasik merupakan salah satu produk saya.